This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Sunday, February 26, 2017

Cerita Rakyat Sulawesi Tengah : Sejarah Kelahiran Raja Taura

        Alkisah, di Sulawesi tengah terdapat sebuah desa Tavebia didaerah kulawi. Raja yang memimpin di desa tersebut bernama datuelo, pada suatu hari sang raja ingin membuat sebuah baruga ( rumah adat ). Oleh karena itu, ia mengajak warganya untuk berkumpul membicarakan hal tersebut.

Setelah baruga yang diberi nama Ntamalilo itu rampung dibangun, raja Datuelo ingin merayakan dengan sebuah pesta besar – besaran. Raja Datuelo bukan hanya mengundang panduduk desa Tavebia saja, tetapi dari desa lain seperti sivongi, tobaku, banggaiba, Tovulu, dan Ntipe. Dan pesta tersebut pun diadakan, tidak lupa raja – raja dari desa tersebut turut hadir.

Salah satu prosesi upacara untuk peresmian baruga tersebut ialah menggantungkan telinga kerbau ke bumbungan. Setelah Raja Datuelo menggantungkan telinga kerbau tersebut, kemudian raja duduk disamping Raja Logia dari desa Tobaku. Lalu secara terbuka, Raja Datuelo menantang Raja Logia untuk memotong telinga kerbau yang sudah digantung di bumbungan. Tentu Raja Logia menerima tantangan tersebut. Namun ketika telinga kerbau itu berhasil diirisnya, saat Raja Logia akan turun secara tidak sengaja ia terpeleset dan jatuh. Raja Datuelo tidak menyia – nyiakan kesempatan itu untuk menghunuskan Pedangnya kea rah Raja Logia.

Pesta menjadi hening aktibat peristiwa tersebut. Warga desa Tobaku yang datang ke pesta itu serempak mengangkat jenazah raja mereka. Setelah upacara penguburan Raja Logia, Kaum lelaki didesa tobaku berkumpul dibaruga desa. Dalam musyawarah tersebut mereka memutuskan untuk berperang dengan desa Tavebia. Tentu saja mereka tidak bisa terima dengan kematian Raja mereka yang tidak wajar. Dari pihak Tobaku mengutus beberapa orang ke desa tavebia untuk menyampaikan kabar bahwa Desa Tobaku siap menyerang desa Tavebia bulan mendatang.

Dalam peperangan itu, pihak desa Tobaku kalah dan terpaksa mundur. Raja Datuelo kemudian menantang mereka untuk berperang sekali lagi. Tantangan dari pihak Tavebia dijawab oleh Tobaku. Raja Datuelo dan sebagian penduduk Tavebia gugur dimedan perang. Akan tetapi, istri Datuelo berhasil meloloskan diri. Ia berlari ke hutan dan bersembunyi disebuah gua. Beberapa minggu kemudian gua tersebut menjadi saksi ketika istri Datuelo melahirkan seorang anak laki – laki.

Pada suatu hari ada seorang pemburu yang sedang berburu didalam hutan tempat istri Datuelo bersembunyi. Ia mendengar sayup-sayup tangisan bayi. Dicarinya sumber suara tersebut, hingga ditemukannya sebuah gua. Lalu tampaklah seorang ibu yang sedang menyusui anaknya. Setelah berkenalan, pemburu tersebut mengajaknya untuk tinggal dirumah pemburu.

Lambat laun bayi laki-laki yang diberi nama sesoki itu tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai berburu. Si pemburu yang telah dianggap sebagai ayah angkatnya sering membawa sesoki ke hutan untuk berburu. Sehingga sesoki kini menjadi pemburu ulung.

Ketika sedang berburu, sesoki bertemu seorang pemburu lain bernama Nculelindu. Keduanya kian akrab hingga bertukar pinang sebagai tanda persahabatan mereka. Mereka sering berburu bersama dihutan. Suatu hari ketika sesoki dan Nculelindu sedang berburu bersama, mereka mendengar ada seseorang yang berbicara kepada mereka.

“ hei tunggu ! bolehkah aku ikut bersama kalian ? ” kata suara ganjil itu.

“ Perlihatkan dahulu wujudmu !! ” Kata sesoki seraya mencari sosok itu.

“ Baiklah. Tetapi jangan biarkan anjing – anjing yang kalian bawa itu menggonggong. Bila tidak, ada sesuatu yang akan menimpa diriku”.

“ Ya, kami akan menjaga anjing-anjing kami agar tidak menggonggong”. Sahut sesoki dengan memegang erat anjingnya.

Lantas muncullah seorang perempuan yang cantik. Perlahan-lahan perempuan itu keluar dari batang pohon pinang yang tumbuh disekitar hutan itu. Akhirnya, mereka saling berkenalan satu sama lain. Dengan perbincangan mereka, diketahui perempuan itu bernama Halilienu.

Ketika pulang Halilienu memilih pulang kerumah Nculelindu karena dilihat dari usia Nculilendu lebih tua dibandingkan Sesoki. Selama tinggal dalam satu atau Nculelindu dan Halilienu saling merajut kasih. Beberapa minggu kemudian mereka menikah. Ketika pesta pernikahan itu berlangsung, Nculelindu janji kepada sesoki akan menjodohkannya dengan anak perempuannya kelak. Hal itu dikarenakan Nculelindu sangat berterima kasih kepada sesoki yang berlapang dada mengizinkannya membawa pulang Halilienu.
Tidak lama, Halilienu mengandung seorang anak dan melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Cindivongi. Sesuai janjinya, ketika Cindivongi sudah dewasa akan dinikahkan dengan sahabatnya, sesoki.

Halilienu pantang untuk membasuh anaknya yang buang air besar, sehingga Nculelindu yang selalu membersihkannya. Nculelindu sendiri sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Sebab bila Halilienu membersihkan Cindivongi akan terjadi sesuatu yang menimpa dirinya.

Pada suatu hari Nculelindu dan Sesoki sedang pergi berburu, sementara anaknya dirumah buang air besar, sehingga mau talk mau Halilienu harus membersihkannya. Sesudah itu, tiba-tiba saja Halilienu menghilang. Tinggallah Nculelindu yang harus merawat Cindivongi seorang diri. Ketika Cindivongi dewasa , ia dinikahkan dengan sesoki. Dari pernikahan mereka lahirlah seorang anak yang diberi nama Taura. Kelak Taura menjadi Raja Kulawi Pertama.


No comments:

Post a Comment