Alkisah, di
Sulawesi tengah terdapat sebuah desa Tavebia didaerah kulawi. Raja yang
memimpin di desa tersebut bernama datuelo, pada suatu hari sang raja ingin
membuat sebuah baruga ( rumah adat ). Oleh karena itu, ia mengajak warganya
untuk berkumpul membicarakan hal tersebut.
Setelah baruga yang diberi nama Ntamalilo itu rampung
dibangun, raja Datuelo ingin merayakan dengan sebuah pesta besar – besaran.
Raja Datuelo bukan hanya mengundang panduduk desa Tavebia saja, tetapi dari
desa lain seperti sivongi, tobaku, banggaiba, Tovulu, dan Ntipe. Dan pesta
tersebut pun diadakan, tidak lupa raja – raja dari desa tersebut turut hadir.
Salah satu prosesi upacara untuk peresmian baruga tersebut
ialah menggantungkan telinga kerbau ke bumbungan. Setelah Raja Datuelo
menggantungkan telinga kerbau tersebut, kemudian raja duduk disamping Raja
Logia dari desa Tobaku. Lalu secara terbuka, Raja Datuelo menantang Raja Logia
untuk memotong telinga kerbau yang sudah digantung di bumbungan. Tentu Raja
Logia menerima tantangan tersebut. Namun ketika telinga kerbau itu berhasil
diirisnya, saat Raja Logia akan turun secara tidak sengaja ia terpeleset dan
jatuh. Raja Datuelo tidak menyia – nyiakan kesempatan itu untuk menghunuskan
Pedangnya kea rah Raja Logia.
Pesta menjadi hening aktibat peristiwa tersebut. Warga desa
Tobaku yang datang ke pesta itu serempak mengangkat jenazah raja mereka.
Setelah upacara penguburan Raja Logia, Kaum lelaki didesa tobaku berkumpul
dibaruga desa. Dalam musyawarah tersebut mereka memutuskan untuk berperang
dengan desa Tavebia. Tentu saja mereka tidak bisa terima dengan kematian Raja
mereka yang tidak wajar. Dari pihak Tobaku mengutus beberapa orang ke desa
tavebia untuk menyampaikan kabar bahwa Desa Tobaku siap menyerang desa Tavebia
bulan mendatang.
Dalam peperangan itu, pihak desa Tobaku kalah dan terpaksa
mundur. Raja Datuelo kemudian menantang mereka untuk berperang sekali lagi.
Tantangan dari pihak Tavebia dijawab oleh Tobaku. Raja Datuelo dan sebagian
penduduk Tavebia gugur dimedan perang. Akan tetapi, istri Datuelo berhasil
meloloskan diri. Ia berlari ke hutan dan bersembunyi disebuah gua. Beberapa
minggu kemudian gua tersebut menjadi saksi ketika istri Datuelo melahirkan
seorang anak laki – laki.
Pada suatu hari ada seorang pemburu yang sedang berburu
didalam hutan tempat istri Datuelo bersembunyi. Ia mendengar sayup-sayup
tangisan bayi. Dicarinya sumber suara tersebut, hingga ditemukannya sebuah gua.
Lalu tampaklah seorang ibu yang sedang menyusui anaknya. Setelah berkenalan,
pemburu tersebut mengajaknya untuk tinggal dirumah pemburu.
Lambat laun bayi laki-laki yang diberi nama sesoki itu
tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai berburu. Si pemburu yang telah
dianggap sebagai ayah angkatnya sering membawa sesoki ke hutan untuk berburu.
Sehingga sesoki kini menjadi pemburu ulung.
Ketika sedang berburu, sesoki bertemu seorang pemburu lain
bernama Nculelindu. Keduanya kian akrab hingga bertukar pinang sebagai tanda
persahabatan mereka. Mereka sering berburu bersama dihutan. Suatu hari ketika
sesoki dan Nculelindu sedang berburu bersama, mereka mendengar ada seseorang
yang berbicara kepada mereka.
“ hei tunggu ! bolehkah aku ikut bersama kalian ? ” kata
suara ganjil itu.
“ Perlihatkan dahulu wujudmu !! ” Kata sesoki seraya mencari
sosok itu.
“ Baiklah. Tetapi jangan biarkan anjing – anjing yang kalian
bawa itu menggonggong. Bila tidak, ada sesuatu yang akan menimpa diriku”.
“ Ya, kami akan menjaga anjing-anjing kami agar tidak
menggonggong”. Sahut sesoki dengan memegang erat anjingnya.
Lantas muncullah seorang perempuan yang cantik.
Perlahan-lahan perempuan itu keluar dari batang pohon pinang yang tumbuh
disekitar hutan itu. Akhirnya, mereka saling berkenalan satu sama lain. Dengan
perbincangan mereka, diketahui perempuan itu bernama Halilienu.
Ketika pulang Halilienu memilih pulang kerumah Nculelindu
karena dilihat dari usia Nculilendu lebih tua dibandingkan Sesoki. Selama
tinggal dalam satu atau Nculelindu dan Halilienu saling merajut kasih. Beberapa
minggu kemudian mereka menikah. Ketika pesta pernikahan itu berlangsung,
Nculelindu janji kepada sesoki akan menjodohkannya dengan anak perempuannya
kelak. Hal itu dikarenakan Nculelindu sangat berterima kasih kepada sesoki yang
berlapang dada mengizinkannya membawa pulang Halilienu.
Tidak lama, Halilienu mengandung seorang anak dan melahirkan
seorang bayi perempuan yang diberi nama Cindivongi. Sesuai janjinya, ketika
Cindivongi sudah dewasa akan dinikahkan dengan sahabatnya, sesoki.
Halilienu pantang untuk membasuh anaknya yang buang air besar,
sehingga Nculelindu yang selalu membersihkannya. Nculelindu sendiri sama sekali
tidak keberatan dengan hal itu. Sebab bila Halilienu membersihkan Cindivongi
akan terjadi sesuatu yang menimpa dirinya.
Pada suatu hari Nculelindu dan Sesoki sedang pergi berburu,
sementara anaknya dirumah buang air besar, sehingga mau talk mau Halilienu
harus membersihkannya. Sesudah itu, tiba-tiba saja Halilienu menghilang.
Tinggallah Nculelindu yang harus merawat Cindivongi seorang diri. Ketika
Cindivongi dewasa , ia dinikahkan dengan sesoki. Dari pernikahan mereka
lahirlah seorang anak yang diberi nama Taura. Kelak Taura menjadi Raja Kulawi
Pertama.
No comments:
Post a Comment