Cara Pemakaian Kain Tenun Donggala / Sarung Donggala
Menurut Ibu Ince Mawar Alimin, Pemakaian sarung Donggala
sama seperti di daerah Indonesia lainnya, yaitu hanya dipakai satu helai.
Tetapi, cara pemakaian yang khas Sulawesi Tengah menurut adat yaitu, sekaligus
dipakai dua helai sarung. Helai kedua berfungsi sebagai selendang, tutup
kepala, penutup muka atau sebagai selimut jika kedinginan dan lain sebagainya.
Ada beberapa cara pemakaian sarung donggala, antara lain :
a.
Pakaian Pesta untuk Orang Tua ( Nobaba )
Satu Helai Kain Sarung dipakai sebagaimana
biasanya, bagian lipatan kain diselipkan pada salah satu sisi kiri atau kanan.
Kain sarung yang selembar lagi dilipat dan dipakai sebagai penutup kepala,
pengganti selendang.
b.
Pakaian Sehari-hari ( Nompejomu )
Sehari-hari dipakai oleh para gadis, kalau
mereka akan bertandang kerumah teman atau mengunjungi acara-acara yang tidak
resmi. Kain sarung yang sehelai dipakai sebagaimana biasa dan sehelai lagi
untuk menutup bagian badan sampai kemuka dan yang tampak hanyalah ujung kaki
dan mata. Cara ini bertujuan, antara lain supaya ia tak mudah dikenal kalau
berjalan seorang diri.
c.
Pakaian Duka ( No Salele )
Pakaian ini dipakai sewaktu berkunjung
kerumah keluarga yabg sedang berduka cita. Kain sarung yang sehelai dipakai
sebagaimana baiasa dan sehelai lagi dipakai dimasukkan kedalam badan sampai ke
dada, sedangkan ujung sarung ditarik keatas pundak lalu dipegangi. Pakaian ini
juga dilengkapi dengan selendang penutup kepala sebagai tanda berduka cita.
Fungsi kain sarung donggala seperti juga kain
geringsing di bali, yang antara lain dapat menyembuhkan penyakit. Caranya,
melalui penggunaan kain tersebut dalam suatu tarian, dimana tarian itu
dipertunjukkan untuk menyembuhkan penyakit. Prosesi tersebut dinamakan Nobalia.
No comments:
Post a Comment