Earth Hour ( Bahasa Indonesia : Jam Bumi)
adalah sebuah Kampanye global yang dilaksanakan oleh World Wide Fund for Nature
(WWF) setiap minggu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa
pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam
untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan
iklim.
Kampanye Sampah Plastik Earth Hour Palu 2015 ( Foto : Instagram Earth Hour Palu )
|
Kampanye Penghematan Energi yang
dicetuskan WWF dan Leo Burnett ini pertama kali diselenggarakan pada
tahun 2007. Saat itu, 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan
semua lampu yang tidak diperlukan. Setelah Sydney, beberapa kota di seluruh
dunia ikut berpartisipasi pada Earth Hour 2008 dan hal tersebut terlihat dari
pemadaman Landmark di Amerika Serikat ( Golden Gate Bridge ) dan Italia (
Colosseum ). Kemudian di tahun selanjutnya pelaksanaan kampanye Earth Hour
mulai berkembang di berbagai Negara, termasuk Indonesia.
Earth Hour Indonesia
berawal di Jakarta pada tahun 2009. Pada
tahun kedua,
Earth Hour sudah menjangkau
setidaknya empat kota besar lain
di pulau Jawa seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya, kemudian
berkembang di beberapa kota di Indonesia.
Hingga saat ini
sudah tercatat lebih
dari 30 kota
di Indonesia yang terlibat
dalam Earth Hour.
Kota
Palu sendiri mulai bergabung dengan Earth Hour pada tahun 2014. Filemon, Dadie
Heriyanto dan Annisa Ghazali merupakan orang-orang yang terlibat dalam
pembentukan komunitas Earth Hour di Kota Ini. Switch Off Ceremony pada tahun
pertama diadakan di Kawasan Anjungan Nusantara Palu. Pada tahun 2014, Earth Hour Palu berhasil mengajak
Pemerintah Kota setempat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye
Earth Hour dengan mematikan salah satu ikon wisata andalan kota Palu “Jembatan
Palu IV” dan mengajak komunitas lain berpartisipasi.
Kampanye
“ Switch Off ”Earth Hour di Kota Palu rutin dilaksanakan setiap tahun nya dan
melibatkan banyak kalangan dengan tujuan yang sama yaitu untuk mendorong
individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan yang saling berhubungan
untuk menjadi bagian dari perubahan untuk dunia yang berkelanjutan. Dimulai
dengan langkah awal semudah mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak
terpakai sebagai komitmen hemat energi untuk Bumi, dan juga merupakan momentum
menampilkan kepada dunia tentang perilaku hemat energi yang sudah dilakukan.
No comments:
Post a Comment