This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Tuesday, February 21, 2017

Cerita Rakyat Sulawesi Tengah : Asal Mula Pohon Sagu dan Pohon Palem

Tumbuhnya pohon sagu dan pohon palem menurut kepercayaan masyarakat Sulawesi Tengah merupakan jelmaan dari sebuah keluarga. Sang ayah menjelma menjadi pohon palem, sementara istri dan anaknya berubah menjadi pohon sagu.

Peristiwa itu berawal ketika seorang istri memergoki suaminya sedang bermalas malasan dihutan. Padahal suaminya telah berjanji akan membuka lahan dengan menebang pohon dihutan itu. Namun yang ditemukan istrinya malah suaminya yang sedang termenung memandangi pohon-pohon dihutan bukannya sibuk membabat pohon untuk membuka lahan. Sungguh kecewa hati sang istri melihat suaminya bermalas- malasan seperti itu.

Padahal sang istri sudah sangat berharap suaminya mau berubah. Ia pun sudah bosan hidup dalam kemiskinan. Gubuk yang ditempatinya itupun sudah sangat reyot. Bahkan untuk makan sehari-haripun mereka kesusahan. Mereka hanya memakan buah-buahan liar yang mereka petik dihutan untuk makanan sehari hari.

Suatu ketika sang suami seperti mendapat pencerahan untuk memperbaiki kehidupan mereka menjadi lebih baik. Ia berniat akan membuka lahan perkebunan untuk ditanami palawija dan sayur-mayur. Pada suatu kesempatan, sang suami mengutarakan niatnya tersebut kepada istrinya.

“ adik, bagaimana kalau kita menanam sayur-mayur dan palawija untuk memperbaiki kehidupan kita ini”, usul suaminya.

Tentu istrinya menyambut usul tersebut dengan riang. Dalam bayangan suaminya akan berubah begitupun kehidupan keluarga mereka yang akan berubah menjadi lebih baik. Namun setelah dipikir-pikir mereka sama sekali tidak mempunyai tanah kecuali sebidang tanah dirumah yang mereka tempati.

“ bukankah kita tidak mempunyai lahan untuk ditanami ?” Tanya istrinya.

“ tenang, bu. Aku sudah memikirkan hal itu sebelumnya. Nanti aku akan membuka hutan untuk dijadikan lahan”.

Istrinya setuju dengan usulan itu. Lalu pada keesokan harinya sang suami berangkat kehutan dolo untuk mencari tempat yang cocok dijadikan lahan perkebunan. Sang istri yang melihat suaminya begitu bersemangat, merasa sangat senang. Setelah melihat hutan dolo tersebut, sang suami menemukan tempat yang cocok untuk membuka hutan.

Menjelang sore, sang suami pulang kerumah. Ia pun  disambut oleh istri dan anaknya. Secangkir air diberikan istri kepada suaminya yang letih.

“ bagaimana lahan itu ? apakah ada tempat yang cocok?” Tanya istrinya.

“ Ya, Aku sudah menemukan lahan itu. Besok aku akan mulai membuka hutan itu”, kata suaminya. Istrinya pun tersenyum senang mendengar hal itu.

Pada keesokan hari, sang suami berangkat kehutan untuk memulai membuka lahan. Tanah yang dipilihnya itu tidak terlalu jauh dari rumah dan tanahnya juga subur. Namun sesampainya dihutan, ia maha bermalas-malasan seraya memandangi sekitar hutan.

Setiap hari suaminya berpamitan untuk membuka hutan, tetapi pada kenyataannya, ia malah bermalas-malasan dihutan. Jawaban yang diberikan kepada istrinya setiap sang istri bertanya pun sama “ Belum selesai”. Karena penasaran, sang istri suatu hari menyusul suaminya kehutan. Namun yang didapati suaminya sedang duduk bermalas-malasan. Apa yang dibayangkannya selama ini sepertinya salah.

Sang suami merasa tersinggung dan pulang dengan marah. Setibanya dirumah, sang suami membanting perabotan dirumahnya. Terjadilah percekcokan antara keduanya. Lalu sang istri keluar menuju hutan.


Beberapa lama setelah sang istri pergi, sang suami menyadari kesalahannya dan menyusul sang istri bersama anak tunggalnya, Namun semua sudah terlambat. Sang suami memohon agar sang istri kembali. Namun permohonan itu mengurungkan niat sang istri untuk menceburkan diri ke dalam telaga. Didalam telaga tersebut, tampak sang istri perlahan-lahan berubah menjadi pohon sagu. Anaknya yang tidak dapat berpisah dengan ibunya kemudian menyusul masuk ke dalam telaga. Lalu, keduanya pun berubah menjadi pohon sagu. Sang suami yang merasa bersalah, turut masuk kedalam telaga dan berubah menjadi pohon palem.

No comments:

Post a Comment