![]() |
| Tenun Donggala |
Ada berbagai macam corak ragam hias dengan nama
tumbuh-tumbuhan atau bunga-bunga pada kain tenun donggala, selain nama jenis
hewan burung dan sebagainya. Dalam bentuk ragam hias kain donggala tidak ada
ketentuang-ketentuan yang menentukan pola hias tertentu mempunyai arti simbolis
maupun pola hias yang khusus untuk lapisan masyarakat tertentu. Hanya tampak
dalam penggunaan dan pemilihan warna yang lebih bersifat umum, yaitu warna
terang dan menyala umumnya dipakai oleh kaum muda dan warna gelap dan kalem
lebih banyak dipakai oleh kaum tua.
Terdapat banyak persamaan bentuk motif pada kain
donggala ini dengan tenun ikat lainnya, seperti tenun ikat Palembang, Sulawesi
selatan, bali, gresik, dan sebagainya. Di Palembang, motif ikat pakan pada
umumnya sebagai latarbelakang kombinasi dengan songket benang emas. Palembang
lebih banyak dikenal sebagai daerah pembuat kain songket berakam, songket lepas
dan sebagainya. yang menunjukkan corak songket dengan benang padat maupun
bertabur.
Sulawesi Selatan mempunyai corak yang hampir mirip,
hanya saja pada Buya Bomba Sulawesi Tengah lebih banyak variasi motif flora
disamping fauna.
Bali mempunyai kain sarung dengan motif ikat yang
disebut kain endek, kain ini bercorak motif yang khas yaitu wayang, disamping
jenis-jenis motif lainnya. Gresik mempunyai corak motif yang pada umumnya
kecil-kecil, lebih banyak bentuk horizontal seperti motif ikat pada kain
Palembang.
Berbagai motif Buya Bomba yang khas dalam corak dan
jenisnya, menurut hasil penelitian M. Masyhuda, BA pada tahun 1973 yaitu :
a.
Tavanggadue atau
Daun Keladi.
b.
Sesekaranji atau
Bunga Keranjang.
c.
Tonji Kea atau
Burung Kakak Tua sedang hinggap.
d.
Vala’a dengan
arti yang sama dengan bomba yaitu bunga menrayap.
e.
Bomba Kota
artinya Bunga berbentuk Kotak-kotak.
f.
Bunga Poindo
Tava Ronto. Bunga Poindo berarti bunga yang berbentuk seperti lampu gantung.
Tava artinya daun, dan Ronto artinya gugur. Jadi, artikeseluruhan nya adalah
bunga yang berbentuk lampu gantung ddengan daun yang berguguran.
g.
Tava Nempule
yang artinya Daun yang melingkar atau merambat keatas.
h.
Punanu unu,
Berarti Pohon Beringin.
i.
Bunga Cangko atau
Bunga Cangkok.
j.
Bunga Lanto,
yang berarti bunga terapung yang tumbuh di atas air.
k.
Kacandiva
kao-kao, Kacandiva bermakna Kue yang terbuat dari beras dan gula aren yang
dipotong seperti ketupat dan kao-kao berarti bersambung-sambung.
l.
Ukibanji, ukiran
geometris berbentuk meander.
m.
Bunga Cangke
atau Bunga Cengkeh.
n.
Gabe, Nama kue
yang berlubang ditengahnya dan berbentuk seperti biscuit.
o.
Kototuvu
Punanggayu, nama bunga pohon kayu.
p.
Bunga Boti atau
bunga pengantin.
q.
Bunga Sero,
yaitu bunga yang disusun secara diagonal.
r.
Mangga, Bunga
yang disusun secara vertical atau tegak lurus atau juga disebut bunga renda.
Menurut keterangan Ibu Andi Intan Pettalolo, Motif ini pada mulanya ditiru dari
renda-renda karawangan pada alas tempat tidur pada hiasan pinggirnya.
Pada umumnya yang banyak dipakai sebagai ragam hias
adalah jenis-tumbuhan atau bunga. Tetapi ada pula jenis makanan bentuk kue yang
sebenarnya merupakan salah satu bentuk dari bentuk garis-garis geometris,
seperti belah ketupat, tumpal meander atau lingkaran kecil.
Jenis binatang yang banyak dipakai sebagai ragamhias
yaitu jenis unggas, yang disebut ragamhias manu-manu. Jenis binatang lain
sperti kerbau, terutama bentuk tanduk kerbaunya, terdapat pada ragam hias
pakaian dari kulit kayu atau perhiasan-perhiasan badan.
Unsur fauna, selain berbagai jenis unggas, tidak
banyak digunakan sebagai motif, sebab dipengaruhi dengan adanya seni hias
islam, terutama di daerah Pantai Sulawesi Tengah.
Diantara jenis bunga yang menunjukkan unsur khas dan
banyak ditampilkan ialah bunga boti, yaitu bunga pengantin, bunga yang dipakai
sebagai hiasan pengantin.
Sedangkan buya bomba kota, bunga yang berbentuk
kotak-kotak dihasilkan melalui silangan benang. Pakan denganbenang lungsinya.
Menurut dugaan beberapa peneliti, bunga boti bukanlah sekedar salah satu bentuk
ragam hias dalam motif ikat pakan, tetapi lebih merupakan salah satu bentuk
corak dari dobel ikat yang dikenal di Sulawesi Tengah dengan motif yang
sederhana dan mengenal bentuk motif hias dua arah silangan. Kebenaran dugaan
ini masih memerlukan penelitian yang mendalam

No comments:
Post a Comment