This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Monday, March 6, 2017

Kain Tenun Donggala : Ragam Motif Buya Bomba ( Sarung tenun Bomba )

Tenun Donggala
Ada berbagai macam corak ragam hias dengan nama tumbuh-tumbuhan atau bunga-bunga pada kain tenun donggala, selain nama jenis hewan burung dan sebagainya. Dalam bentuk ragam hias kain donggala tidak ada ketentuang-ketentuan yang menentukan pola hias tertentu mempunyai arti simbolis maupun pola hias yang khusus untuk lapisan masyarakat tertentu. Hanya tampak dalam penggunaan dan pemilihan warna yang lebih bersifat umum, yaitu warna terang dan menyala umumnya dipakai oleh kaum muda dan warna gelap dan kalem lebih banyak dipakai oleh kaum tua.

Terdapat banyak persamaan bentuk motif pada kain donggala ini dengan tenun ikat lainnya, seperti tenun ikat Palembang, Sulawesi selatan, bali, gresik, dan sebagainya. Di Palembang, motif ikat pakan pada umumnya sebagai latarbelakang kombinasi dengan songket benang emas. Palembang lebih banyak dikenal sebagai daerah pembuat kain songket berakam, songket lepas dan sebagainya. yang menunjukkan corak songket dengan benang padat maupun bertabur.

Sulawesi Selatan mempunyai corak yang hampir mirip, hanya saja pada Buya Bomba Sulawesi Tengah lebih banyak variasi motif flora disamping fauna.

Bali mempunyai kain sarung dengan motif ikat yang disebut kain endek, kain ini bercorak motif yang khas yaitu wayang, disamping jenis-jenis motif lainnya. Gresik mempunyai corak motif yang pada umumnya kecil-kecil, lebih banyak bentuk horizontal seperti motif ikat pada kain Palembang.

Berbagai motif Buya Bomba yang khas dalam corak dan jenisnya, menurut hasil penelitian M. Masyhuda, BA pada tahun 1973 yaitu :

a.       Tavanggadue atau Daun Keladi.
b.      Sesekaranji atau Bunga Keranjang.
c.       Tonji Kea atau Burung Kakak Tua sedang hinggap.
d.      Vala’a dengan arti yang sama dengan bomba yaitu bunga menrayap.
e.       Bomba Kota artinya Bunga berbentuk Kotak-kotak.
f.       Bunga Poindo Tava Ronto. Bunga Poindo berarti bunga yang berbentuk seperti lampu gantung. Tava artinya daun, dan Ronto artinya gugur. Jadi, artikeseluruhan nya adalah bunga yang berbentuk lampu gantung ddengan daun yang berguguran.
g.      Tava Nempule yang artinya Daun yang melingkar atau merambat keatas.
h.      Punanu unu, Berarti Pohon Beringin.
i.        Bunga Cangko atau Bunga Cangkok.
j.        Bunga Lanto, yang berarti bunga terapung yang tumbuh di atas air.
k.      Kacandiva kao-kao, Kacandiva bermakna Kue yang terbuat dari beras dan gula aren yang dipotong seperti ketupat dan kao-kao berarti bersambung-sambung.
l.        Ukibanji, ukiran geometris berbentuk meander.
m.    Bunga Cangke atau Bunga Cengkeh.
n.      Gabe, Nama kue yang berlubang ditengahnya dan berbentuk seperti biscuit.
o.      Kototuvu Punanggayu, nama bunga pohon kayu.
p.      Bunga Boti atau bunga pengantin.
q.      Bunga Sero, yaitu bunga yang disusun secara diagonal.
r.        Mangga, Bunga yang disusun secara vertical atau tegak lurus atau juga disebut bunga renda. Menurut keterangan Ibu Andi Intan Pettalolo, Motif ini pada mulanya ditiru dari renda-renda karawangan pada alas tempat tidur pada hiasan pinggirnya.

Pada umumnya yang banyak dipakai sebagai ragam hias adalah jenis-tumbuhan atau bunga. Tetapi ada pula jenis makanan bentuk kue yang sebenarnya merupakan salah satu bentuk dari bentuk garis-garis geometris, seperti belah ketupat, tumpal meander atau lingkaran kecil.

Jenis binatang yang banyak dipakai sebagai ragamhias yaitu jenis unggas, yang disebut ragamhias manu-manu. Jenis binatang lain sperti kerbau, terutama bentuk tanduk kerbaunya, terdapat pada ragam hias pakaian dari kulit kayu atau perhiasan-perhiasan badan.

Unsur fauna, selain berbagai jenis unggas, tidak banyak digunakan sebagai motif, sebab dipengaruhi dengan adanya seni hias islam, terutama di daerah Pantai Sulawesi Tengah.

Diantara jenis bunga yang menunjukkan unsur khas dan banyak ditampilkan ialah bunga boti, yaitu bunga pengantin, bunga yang dipakai sebagai hiasan pengantin.

Sedangkan buya bomba kota, bunga yang berbentuk kotak-kotak dihasilkan melalui silangan benang. Pakan denganbenang lungsinya. Menurut dugaan beberapa peneliti, bunga boti bukanlah sekedar salah satu bentuk ragam hias dalam motif ikat pakan, tetapi lebih merupakan salah satu bentuk corak dari dobel ikat yang dikenal di Sulawesi Tengah dengan motif yang sederhana dan mengenal bentuk motif hias dua arah silangan. Kebenaran dugaan ini masih memerlukan penelitian yang mendalam

No comments:

Post a Comment