This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Monday, March 6, 2017

Festival Sayur Kelor 2017




“Ane nakava ri palu, kana nipotamika sakide uta kelo mau sakide”

Kata-kata orang kaili untuk para pendatang yang sering kali diucapkan sebagai ucapan selamat datang bagi wisatawan ke kota palu, rasa-rasanya kurang afdol kalo belum mencoba sayur kelor kalo sudah sampai ke palu. Dan menurut kepercayaan orang-orang disini katanya kalo sudah makan sayur kelor biasanya akan kembali lagi ke palu suatu saat. Hehehe

Berbicara tentang sayur kelor. Ada salah satuinformasi tentang  Festival yang unik makanan khas sulawesi tengah satu ini, yaitu Festival Kelor yang dilaksanakan di Kabupaten Sigi yang dilansir dari Beritapalu.net
Sedikitnya ada sekitar 5.500 mangkok sayur kelor yang disajikan di atas meja pada Festival Sayur Kelor di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (5/3/2017).
Festival unik yang baru pertama kali digelar di desa itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-55 desa tersebut.

Kelor, tidak sekadar menjadi lauk bagi warga di lembah Palu, tetapi juga nilai historis. Jumlahnya pun cukup melimpah, ujar Kepala Desa Lolu Himran Latjedi saat memberi sambutan pada pembukaan festival yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi, Paulina dan Asisten I Pemprov Sulteng, Hidayat Lamakarate.
Festival Kelor 2017
Kades Himran mengatakan, pihaknya sangat berkeinginan menjadikan sayur kelor sebagai ikon kuliner di desanya. Karena itu festival tersebut digelar bukan untuk sekali ini saja, melainkan juga diharap pada momen-momen penting mendatang dan di tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

“ Di tingkat desa saja festival seperti ini bisa digelar, masa di tingkat yang lebih tinggi seperti kabupaten atau provinsi tidak bisa dilaksanakan,” ujar Karomu, salah seorang warga yang ikut hadir dalam festival yang digelar di lapangan Desa Lolu.

Wakil Bupati Paulina mengaku sangat mengapresiasi adanya festival sayur kelor itu. Menurutnya, festival itu setidaknya mencoba mengangkat identitas budaya lokal, terutama identitas kuliner di Kabupaten Sigi.
Apresiasi seperti itu juga dikemukakan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulteng Hidayat Lamakarate. Menurutnya, kegiatan festival itu sangat sejalan dengan harapan Pemerintah Sulteng untuk menjadikan kelor sebagai salah satu ikon kuliner khas Sulteng.

Hidayat mengungkapkan, beberapa waktu lalu, Pemprov Sulteng bahkan menggelar kegiatan pemecahan rekor Muri dengan membuat sekitar 250 makanan yang bebahan dasar dari kelor.
Tak hanya itu, oleh Gubernur Sulteng telah diajukan proposal untuk mematenkan kelor sebagai makanan khas Sulteng.

Meskipun sempat diguyur hujan, suasana Festival berlangsung semarak. Sedikitnya ada 19 RW dan RT yang mengambil bagian dalam festival tersebut dengan menyediakan Sayur Kelor untuk disantap bersama.
Keseluruhan sayur kelor yang tersaji itu berjumlah sedikitnya 5.500 mangkok. Jumlahitu sesuai dengan semangat HUT desa tersebut yang memasuki usia ke-55 tahun.

No comments:

Post a Comment