“Ane
nakava ri palu, kana nipotamika sakide uta kelo mau sakide”
Kata-kata orang kaili
untuk para pendatang yang sering kali diucapkan sebagai ucapan selamat datang
bagi wisatawan ke kota palu, rasa-rasanya kurang afdol kalo belum mencoba sayur
kelor kalo sudah sampai ke palu. Dan menurut kepercayaan orang-orang disini
katanya kalo sudah makan sayur kelor biasanya akan kembali lagi ke palu suatu
saat. Hehehe
Berbicara tentang sayur
kelor. Ada salah satuinformasi tentang Festival yang unik makanan khas sulawesi
tengah satu ini, yaitu Festival Kelor yang dilaksanakan di Kabupaten Sigi yang
dilansir dari Beritapalu.net
Sedikitnya ada sekitar 5.500 mangkok sayur kelor yang
disajikan di atas meja pada Festival Sayur Kelor di Desa Lolu, Kecamatan
Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (5/3/2017).
Festival unik yang baru pertama kali digelar di
desa itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-55 desa tersebut.
Kelor, tidak sekadar menjadi lauk bagi warga di
lembah Palu, tetapi juga nilai historis. Jumlahnya pun cukup melimpah, ujar
Kepala Desa Lolu Himran Latjedi saat memberi sambutan pada pembukaan festival
yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi, Paulina dan Asisten I Pemprov Sulteng,
Hidayat Lamakarate.
![]() |
| Festival Kelor 2017 |
“ Di tingkat desa saja festival seperti ini bisa
digelar, masa di tingkat yang lebih tinggi seperti kabupaten atau provinsi
tidak bisa dilaksanakan,” ujar Karomu, salah seorang warga yang ikut hadir
dalam festival yang digelar di lapangan Desa Lolu.
Wakil Bupati Paulina mengaku sangat mengapresiasi
adanya festival sayur kelor itu. Menurutnya, festival itu setidaknya mencoba
mengangkat identitas budaya lokal, terutama identitas kuliner di Kabupaten Sigi.
Apresiasi seperti itu juga dikemukakan Asisten I
Bidang Pemerintahan Pemprov Sulteng Hidayat Lamakarate. Menurutnya, kegiatan
festival itu sangat sejalan dengan harapan Pemerintah Sulteng untuk menjadikan
kelor sebagai salah satu ikon kuliner khas Sulteng.
Hidayat mengungkapkan, beberapa waktu lalu,
Pemprov Sulteng bahkan menggelar kegiatan pemecahan rekor Muri dengan membuat
sekitar 250 makanan yang bebahan dasar dari kelor.
Tak hanya itu, oleh Gubernur Sulteng telah
diajukan proposal untuk mematenkan kelor sebagai makanan khas Sulteng.
Meskipun sempat diguyur hujan, suasana Festival
berlangsung semarak. Sedikitnya ada 19 RW dan RT yang mengambil bagian dalam
festival tersebut dengan menyediakan Sayur Kelor untuk disantap bersama.
Keseluruhan sayur kelor yang tersaji itu
berjumlah sedikitnya 5.500 mangkok. Jumlahitu sesuai dengan semangat HUT desa
tersebut yang memasuki usia ke-55 tahun.


No comments:
Post a Comment