This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Sunday, March 5, 2017

My Blog is more than just a Library


Quotes tersebut merupakan alasan terkuat mengapa saya memulai kembali menulis blog. Kerinduan akan artikel yang ingin saya sampaikan kepada pembaca, sharing tentang aktivitas dan informasi yang diarsipkan ke dalam sebuah cyberspace platform dengan desain template yang sederhana. Kerinduan itu muncul kembali dibenak saya setelah 4 tahun vakum dan memutuskan pergi untuk keluar mencari sahabat nyata yang mengajarkan banyak hal tentang hidup. Bukan hanya sebuah laptop dan secangkir kopi menemani saya yang biasanya lebih sering melihat postingan orang lain daripada mengembangkan ide untuk membuat tulisan hebat selayaknya rumus Einstein yang akan menjadi bahan perbincangan orang-orang di seluruh dunia, Saat itu saya sangat lesu dan memutuskan untuk membuat jaringan pertemanan di luar rumah ketimbang berteman postingan informatif dari blog atau website yang mungkin saja bisa menambah wawasan keilmuan. Sampai pada saat titik balik itu muncul dengan membawa satu wacana yang bernama “ Sulawesi Tengah” yang sedari awal sebenarnya ingin menjadi tema dalam blog serta konten saya. Saya terlahir sebagai orang asli daerah Sulawesi Tengah dan bermaksud untuk membanggakan daerah. Impian itu terwujud ketika saya lulus di tahun 2012 dan mulai mengenai dunia serta melepas rasa takut saya akan berinteraksi dengan orang di sekitar. Saya berhasil menjadi delegasi Sulawesi Tengah di berbagai seleksi, pemilihan, kompetisi, pertukaran, serta forum. Merasa bangga? Pasti. Karena dengan mengikuti kegiatan postitif tersebut saya merasa satu derajat lebih tinggi daripada orang Sulawesi Tengah lainnya yang sering berkoar tentang kecintaan mereka kepada daerahnya. Ajang pasang badan pun membuat saya lupa akan satu hal yang pada akhirnya merubah sudut pandang saya mengenai identitas sebenarnya dari seorang pemuda yang harus membangun daerahnya.

Seperti layaknya Nenek moyang saya yang terlahir sebagai generasi Penutur sejarah, saya menapakkan kaki pada tempat dimana saya bisa mengenal teman dan ilmu baru, datang dan belajar tiada habisnya dengan tujuan untuk lebih mengenal tentang daerah saya. Meriset tentang sejarah, keberadaan pendatang di daerah, budaya, pariwisata, pola bergaul dan isu terhangat di daerah ini seakan menjadi Karbohidrat yang saya konsumsi sampai lupa jika semua informasi tersebut bukan hanya untuk diingat, tetapi juga harus diabadikan. Sayangnya, proses mengabadikan daerah ini menjadi semakin sulit dengan ketidaktahuan saya menyimpan wadah informasi yang sudah didapatkan.

Setelah 4 tahun mendapatkan ilmu mengenai daerah saya, saya teringat kembali dengan satu blog usang yang hampir terlupakan keberadaannya. Blog dengan nama aneh saya buat seperti nama aneh khas anak-anak dizamannya. Seperti Nama aneh di Facebook atau Twitter, Blog tersebut saya namakan “ Ompongg ” terlihat seperti nama id twitter salah satu seleb twitter @Poconggg yang menggunakan huruf G di belakang id sebanyak tiga karakter, saya juga membuat nama Ompongg dengan dua karekter G di belakangnya. Tujuannya biar bisa terkenal seperti @Poconggg di media yang berbeda.

Mimpi terkenal seperti @Poconggg kemudian menghilang seketika pada saat saya membuka blog saya kembali dan berkata “ No. Put that blog in the garbaggio !! Memalukan ”. Merasa sangat malu, saya berniat untuk menghapus semuanya dan setelah menghapus berbagai postingan yang menurut saya sangat hiperbolis, saya mulai menulis tentang daerah saya.

“ Niat baik pasti akan selalu berhadapan dengan rintangan tersulit ”

 Itu salah satu pepatah buatan sendiri yang selalu saya percayai ketika melakukan sesuatu, termasuk mengabadikan artikel mengenai daerah saya. Salah satu tantangan terbesarnya adalah kelemahan otak saya dalam mengingat nama dan peristiwa serta literatur pendukung tulisan. Saya membutuhkan literatur untuk membuat tulisan saya terlihat lebih kuat karena mempunyai bukti ilmiah dan tidak terkesan amatir. Saya akui, bahwa dalam ingatan saya terdapat banyak moment luar biasa yang sudah dilewati sejak 4 tahun mencoba berinteraksi dengan dunia luar, merasakan kecongkakan menjadi orang yang satu derajat lebih mulia dari orang lain. Mungkin itu cobaan, atau mungkin itu rintangan yang sudah Tuhan susun untuk membuat saya lebih berusaha lagi dan memetik hikmah di balik kejadian tersebut. Walaupun agak kecewa, tetapi saya tetap berusaha dan ternyata usaha itu telah membuahkan hasil. Saya teringat dengan salah seorang teman yang mempunyai kenalan seorang sastrawan dan memiliki mini perpusatakaan. Perpustakaannya tidak terlalu besar, hanya sebuah ruangan berisi 3-6 rak buku dan literatur bacaan tentang Sulawesi Tengah dan ketika saya menghubungi orang tersebut, tenyata dia dengan senang hati memberikan saya jalan untuk kembali mengabadikan moment 4 tahun berharga dan beberapa tulisan tentang Sulawesi Tengah yang bisa dipublikasikan.

Seperti skenario sinetron-sinetron streaming di televisi swasta saya mendapatkan pelajaran hidup dari seorang pemilik perpustakaan itu. Beberapa refleksi tentang hidup diantaranya :

 “ Mulailah mengabadikan setiap peristiwa dalam hidup di dalam sebuah wadah yang nantinya akan menjadi cerita inspiratif untuk anak cucumu kelak.”

“Rasa hormat dari orang lain tidak hanya didapatkan melalui prestasi dan penghargaan, tetapi juga melalui hal kecil yang yang kita jadikan kebiasaan positif dan menjadi tumpuan untuk orang lain.”

“ Ada cara yang paling mudah untuk menunjukkkan kecintaan kita tentang Daerah, yaitu memiliki hal itu dan menunjukkannya dengan rasa bangga.”

Makna dari refleksi itu mengajarkan saya tentang bagaimana kesukaannya terhadap sesuatu menjadi inspirasi bagi orang-orang. Seorang penulis, dan membuat perpustakaan sebagai bukti historis untuk keturunannya sebagai reminder bahwa ditempat itu pernah tinggal seorang sastrawan yang sangat mencinta hobinya dan mengabadikan kecintaannya dengan membuat tempat tersebut.

Refleksi yang kedua bermakna tentang rasa malu terhadap pencapaian saya, yang merasa bangga telah bepergian dengan membawa identitas kedaerahan saya seakan tidak ada apa-apanya dibanding dengan seorang yang sederhana dengan bermodalkan sebuah ruang kecil tapi bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Memperkenalkan daerah melalui hal sederhana yang ia punya sehingga membuat orang lain takjub. Luar biasa menginspirasi.

Yang ketiga adalah tentang menunjukkan identitas tidak hanya berbicara tentang berapa banyak penghargaan yang kita dapatkan, atau seberapa jauh kita melangkah untuk memperlihatkan kehebatan kita. Tetapi, sebangga apa kita dengan pencapaian kita sekarang. Memperkenalkan daerah juga bisa dimulai dengan bermodalkan sebuah laptop dan secangkir kopi tanpa harus berjalan sejauh-jauhnya. Dan dari tulisan di dalam artikel kita bisa membuat literatur-literatur sederhana, yang tersimpan rapi dalam sebuah perpustakaan cyber oleh seorang blogger untuk dishare kepada orang lain di luar sana yang belum mengetahui tentang seperti apa pengalaman yang sudah saya dapatkan dan bagaimana keadaan daerah saya.

Dan melalui Blog, sekarang saya mendapatkan banyak keuntungan-keuntungan manis seperti menambah semangat membaca tulisan tentang Self experience memperkenalkan daerah, Menulis tentang hal-hal yang menarik untuk dijadikan bahan bacaan untuk orang lain, sebagai sarana berinteraksi di dunia maya dengan orang baru yang nantinya akan menjadi penolong untuk saya jika suatu saat saya membutuhkan bantuan dimasa sulit dan masih banyak lagi kelebihan lainnya yang mungkin tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sehingga sangat tepat jika saya mendeskripsikan Blog ini sebagai sesuatu yang lebih dari sebuah perpustakaan Cyber.


“ My Blog is more than just a Library ”

No comments:

Post a Comment