This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Friday, March 3, 2017

Pariwisata Sulawei Tengah : Kabupaten Sigi

Kabupaten Sigi merupakan satu-satunya kabupaten disulawesi tengah yang tidak berbatasan dengan Laut. Tetapi, walau tidak berbatasan dengan laut kabupaten ini memiliki banyak Objek Wisata yang menarik untuk dikunjungi. Berikut merupakan beberapa Objek Wisata yang wajib dikunjungi jika anda sedang berada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah :

Wisata Paralayang
Wisata Paralayang Wayu merupakan wisata berskala Internasional diwilayah kecamatan Marawola Barat. Wilayah perbukitan dengan tinggi 800 meter dari permukaan laut sangat sesuai untuk Olahraga Paralayang. Pemandangan teluk palu yang sangat Indah dapat dinikmati oleh wisatawan diatas pegunungan. Wisata paralayang Wayu merupakan salah satu spot terbaik didunia. Selain paralayang, Objek Wisata ini sering digunakan sebagai lokasi Camping Ground. Lokasinya berjarak ± 3 Km dari kecamatan Marawola Barat dan 1 Km dari desa Wayu.

Air Terjun Wera
Kawasan Wisata Alam Air Terjun Wera berada di Desa Balumpewa, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, sekitar 20 Km disebelah selatan Kota Palu. Air terjun wera merupakan salah satu keindahan alami terbaik di Kabupaten Sigi. Air terjun wera berada dikawasan konservasi Taman Wisata Alam Wera di lereng gunung Watusidae. Air terjun ini memiliki terjunan air ± 80 meter dengan kemiringan terjunan air antara 70o - 80o dan berada diketinggian ± 100 meter dari permukaan laut.

Danau Lindu
Wisata Alam Danau Lindu terdapat di Desa Tomado Kecamatan Lindu, jarak dari kecamatan Kulawi sekitar 8 Km dan dapat ditempuh  dengan kendaraan roda 2 selama 1 setengah jam, yang melewati jalan setapak dikelilingi pegunungan dan jurang. Disekitar danau terbentang gunung yang luas dan indah serta terdapat beberapa Hewan Endemik seperti Babirusa dan Anoa yang hidup disekitaran danau, sehingga daerah wisat ini masih sangat asri dan alami. Suasana asri dan alami inilah yang masih dijaga oleh penduduk di Kecamatan Lindu dengan menetapkan aturan adat yang ketat bagi pemanfaatan hutan dan danau.

Penangkaran Tarsius
Penangkaran Tarsius merupakan salah satu kawasan objek wisata yang terletak didikawasan Taman Nasional Lore Lindu. Penangkaran ini befungsi untuk melindungi satwa langka yaitu Tarsius. Tarsius sendiri merupakan satwa yang tergolong langka dan merupakan satwa Endemik di Pulau Sulawesi.

Gunung 8 Bersaudara
Berada 150 Km dari ibukota kabupaten dan kurang lebih 3 km dari ibukota kecamatan, terdapat gunung yang memiliki potensi wisata alam yang sangat luar biasa. Gunung 8 ( delapan ) bersaudara atau masyarakat setempat menyebutnya Tutuwa Onu, adalah gunung yang berada di Desa Kalamanta 4 km dari ibukota Kecamatan Pipikoro, letak gunung ini berbatasan antara Provinsi Sulawesi Tengah dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Penamaan gunung 8 bersaudara mungkin diambil dari jumlah pegunungan yang berjejer terlihat sebanyak 8 gunung.

Taman Nasional Lore Lindu
Wisata Taman Nasional Lore Lindu Bobo terletak di Desa Bobo dengan jarak tempuh ± 5 km dari Kecamatan Palolo. Objek Wisata Taman Nasional Lore Lindu Desa Bobo memiliki jenis pepohonan yang beragam dan masih asri.

Wisata Alam Balai Taman Nasional Lore Lindu juga terdapat di Desa Kapiroe  Kecamatan Palolo, jarak tempuh menuju lokasi wisata ini sekitar 15 menit dengan menggunakan sepeda motor melalui jalan pengerasan dan jalan tanah. Ciri khas Wisata Alam dengan panorama yang indah, merupakan daya tarik tersendiri. Seperti halnya Objek Wisata Alam lainnya di Kecamatan Palolo. Lokasi Wisata Alam Taman Nasional Lore Lindu Desa Kapiroe berisi aneka ragam tanaman hutran dan berbagai jenis burung, diantaranya burung Maleo yang sering dijumpai diwilayah ini.

Penangkaran Burung Maleo

Burung Maleo merupakan burung endemik provinsi Sulawesi Tengah. Habitat burung nan cantik dengan panjang sekitar 55 cm ini terdapat dibeberapa tempat di Pulau Sulawesi. Diantaranya adalah dikecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Burung endemik dengan tonjolan atau jambul keras berwarna hitam ini dilindungi melaui PP No. 7 / 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa, dan masuk daftar burung dengan kategori endangered oleh International Union for Conservation of Nature ( IUCN ) dan daftar Apendix 1 dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora.

No comments:

Post a Comment