Kabupaten Sigi merupakan satu-satunya kabupaten
disulawesi tengah yang tidak berbatasan dengan Laut. Tetapi, walau tidak
berbatasan dengan laut kabupaten ini memiliki banyak Objek Wisata yang menarik
untuk dikunjungi. Berikut merupakan beberapa Objek Wisata yang wajib dikunjungi
jika anda sedang berada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah :
Wisata
Paralayang
Wisata Paralayang Wayu merupakan wisata berskala
Internasional diwilayah kecamatan Marawola Barat. Wilayah perbukitan dengan
tinggi 800 meter dari permukaan laut sangat sesuai untuk Olahraga Paralayang.
Pemandangan teluk palu yang sangat Indah dapat dinikmati oleh wisatawan diatas
pegunungan. Wisata paralayang Wayu merupakan salah satu spot terbaik didunia.
Selain paralayang, Objek Wisata ini sering digunakan sebagai lokasi Camping
Ground. Lokasinya berjarak ± 3 Km dari kecamatan Marawola Barat dan 1 Km dari
desa Wayu.
Air Terjun Wera
Kawasan Wisata Alam Air Terjun Wera berada di Desa
Balumpewa, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, sekitar 20 Km disebelah
selatan Kota Palu. Air terjun wera merupakan salah satu keindahan alami terbaik
di Kabupaten Sigi. Air terjun wera berada dikawasan konservasi Taman Wisata
Alam Wera di lereng gunung Watusidae. Air terjun ini memiliki terjunan air ± 80
meter dengan kemiringan terjunan air antara 70o - 80o dan
berada diketinggian ± 100 meter dari permukaan laut.
Danau Lindu
Wisata Alam Danau Lindu terdapat di Desa Tomado Kecamatan
Lindu, jarak dari kecamatan Kulawi sekitar 8 Km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 selama 1 setengah
jam, yang melewati jalan setapak dikelilingi pegunungan dan jurang. Disekitar danau
terbentang gunung yang luas dan indah serta terdapat beberapa Hewan Endemik
seperti Babirusa dan Anoa yang hidup disekitaran danau, sehingga daerah wisat
ini masih sangat asri dan alami. Suasana asri dan alami inilah yang masih
dijaga oleh penduduk di Kecamatan Lindu dengan menetapkan aturan adat yang
ketat bagi pemanfaatan hutan dan danau.
Penangkaran Tarsius
Penangkaran Tarsius merupakan salah satu kawasan
objek wisata yang terletak didikawasan Taman Nasional Lore Lindu. Penangkaran
ini befungsi untuk melindungi satwa langka yaitu Tarsius. Tarsius sendiri
merupakan satwa yang tergolong langka dan merupakan satwa Endemik di Pulau Sulawesi.
Gunung 8 Bersaudara
Berada 150 Km dari ibukota kabupaten dan kurang
lebih 3 km dari ibukota kecamatan, terdapat gunung yang memiliki potensi wisata
alam yang sangat luar biasa. Gunung 8 ( delapan ) bersaudara atau masyarakat
setempat menyebutnya Tutuwa Onu, adalah gunung yang berada di Desa Kalamanta 4
km dari ibukota Kecamatan Pipikoro, letak gunung ini berbatasan antara Provinsi
Sulawesi Tengah dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Penamaan gunung
8 bersaudara mungkin diambil dari jumlah pegunungan yang berjejer terlihat
sebanyak 8 gunung.
Taman Nasional Lore Lindu
Wisata Taman Nasional Lore Lindu Bobo terletak di Desa
Bobo dengan jarak tempuh ± 5 km dari Kecamatan Palolo. Objek Wisata Taman
Nasional Lore Lindu Desa Bobo memiliki jenis pepohonan yang beragam dan masih
asri.
Wisata Alam Balai Taman Nasional Lore Lindu juga
terdapat di Desa Kapiroe Kecamatan Palolo,
jarak tempuh menuju lokasi wisata ini sekitar 15 menit dengan menggunakan
sepeda motor melalui jalan pengerasan dan jalan tanah. Ciri khas Wisata Alam
dengan panorama yang indah, merupakan daya tarik tersendiri. Seperti halnya
Objek Wisata Alam lainnya di Kecamatan Palolo. Lokasi Wisata Alam Taman
Nasional Lore Lindu Desa Kapiroe berisi aneka ragam tanaman hutran dan berbagai
jenis burung, diantaranya burung Maleo yang sering dijumpai diwilayah ini.
Penangkaran Burung Maleo
Burung Maleo merupakan burung endemik provinsi Sulawesi
Tengah. Habitat burung nan cantik dengan panjang sekitar 55 cm ini terdapat
dibeberapa tempat di Pulau Sulawesi. Diantaranya adalah dikecamatan Gumbasa Kabupaten
Sigi. Burung endemik dengan tonjolan atau jambul keras berwarna hitam ini
dilindungi melaui PP No. 7 / 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa,
dan masuk daftar burung dengan kategori endangered oleh International Union for
Conservation of Nature ( IUCN ) dan daftar Apendix 1 dari Convention on
International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora.
No comments:
Post a Comment