This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Friday, March 3, 2017

Pariwisata Sulawesi Tengah : Kota Palu

Palu Punya apa ? Apa yang bisa kita banggakan dari kota kecil ini ?? dan banyak sekali pertanyaan yang bergejolak dikelapa para pembaca ketika membuka artikel tentang Objek Pariwisata yang ada di Kota palu, Sulawesi Tengah.

Nah, menurut informasi yang saya dapatkan. Kota Palu memiliki beberapa jenis Tempat Wisata. Objek Pariwisata Kota Palu Sendiri Terbagi atas 8 Jenis Objek Pariwisata yaitu :


Objek Pariwisata Bahari

Objek Pariwisata yang mencakup tentang kawasan Laut, Pantai, dan Pesisir yang terletak disekitaran Teluk Palu. Seperti Pantai Talise, Pantai Tumbelaka, Pantai Watusampu, Pantai Taman Ria, Pantai Taipa ( Taipa Beach ).

Kalo sekarang masih banyak orang palu yang belum paham bahkan keliru dengan objek pariwisata yang ada didaerahnya sendiri. Termasuk ada beberapa orang yang menyebutkan beberapa pantai seperti Pantai tanjung Karang yang sebenarnya berada di Donggala dan Pantai Kucing yang berada di Parigi Moutong atau bahkan ada yang menyebutkan Togean yang berada jauh di Kabupaten Tojo Una – Una. Sayang sekali.



Objek Pariwisata Buatan

Meliputi Objek Pariwisata yang dibuat langsung oleh manusia, baik berupa Tugu, Monumen, Tempat Permandian, Taman dan lain sebagainya. Seperti Gong Perdamaian Nosarara Nosabatutu, Anjungan Pantai Talise ( Yang ada Tulisan Anjungan Nusantara nya ), Jembatan IV Palu / Jembatan Kuning, Millenium Waterpark, Taman Kota, Taman GOR, Lapangan Vatulemo dan lain sebagainya.

Ditahun 2017 saya melihat sudah ada beberapa Tugu atau monumen Baru yang dibuat oleh pemerintah atau bahkan swasta yang ada di Kota Palu, Seperti Tugu Gerhana Matahari Sebagai Penanda bahwa dipalu pernah terjadi Gerhana Matahari Total, Prasasti Palu Nomoni sebagai penanda bahwa dipalu pernah diadakan Festival besar yang terjadi setiap bulan September dan lain sebagainya. Tapi secara keseluruhan menurut saya belum cukup. Palu butuh banyak objek pariwisata buatan mengingat Animo masyarakat kota Palu yang sangat besar terhadap fasilitas yang dibuat oleh pemerintah setempat.




Objek Pariwisata Belanja

Seperti yang ada dikota lain di Indonesia, palu juga mempunyai bebrapa pusat perbelanjaan. Tidak terlalu besar memang, tapi setidaknya memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan meraka baik primer sekunder maupun tersier. Objek Pariwisata Belanja yang ada dipalu adalah Mall Tatura Palu, Palu Grand Mall, dan mungkin yang akan segera dibuat adalah Palu City Square.

Kekurangan dari Objek Pariwisata yang ada dikota ini adalah Pusat Oleh – oleh. Kalo dikalimantan saya pernah datang kesalah satu pasar yang hanya menjual oleh – oleh khas daerah sana, atau mungkin yang sudah kita kenal bersama yaitu jalan Malioboro yang menjadi pusat Oleh – oleh di Kota Yogyakarta. Sehingga memudahkan kita mengakses tempat untuk membeli oleh – oleh. Sayangnya dipalu kita belum punya sehingga harapan saya semoga dalam beberapa Tahun kedepan Pemerintah bisa membuat Pusat Oleh – oleh yang ada di Kota ini agar mempermudah Turis untuk mendapatkan akses untuk membeli oleh – oleh untuk dibawa pulang kedaerah masing – masing.



Objek Pariwisata Kuliner

Setelah Berbelanja biasanya Laper dongg, Nah kalo di Palu belum afdoll kalo datang berkunjung tanpa mencicipi Makanan Khas Kota ini. Sebenarnya kalo berbicara soal suku, kota palu dihuni oleh beragam suku seperti jawa, bugis, arab, cina, mandar, minangkabau, sunda, bali dan lain sebagainya. Tetapi dalam hal ini definisi dari makanan khas yang saya maksud adalah makanan yang  dihidangkan oleh suku asli setempat, baik berupa makanan yang hadir pada saat hajatan, pelaksanaan Adat, dan makanan sehari – hari.

Makanan Khas yang ada di kota palu antara lain, Uta kelo ( Sayur Kelor ), Uta Bavoa ( Sayur santan dari daun Bavoa ), Talebe ( Nasi Jagung ), Kasubi Daka ( Singkong Rebus ), Bau Ngau ( Ikan Asin ), Rono Sole, dan Duo Sole. Rono dan Duo adalah ikan teri dengan jenis yang berbeda. Teri Rono terlihat seperti ikan kecil yang mempunyai garis panjang disekitar badan yang melintang dari badan sampai ekor. Sedangkan teri Duo terlihat seperti Ikan yang mirip zebra, yaitu ikan kecil dengan garis - garis hitam disekitar punggung nya. Dari rasanya juga sangat berbeda. Rasa teri Rono lebih tawar dan Teri Duo lebih asin. Keseluruhan makanan tersebut biasanya  dihidangkan sebagai makanan sehari – hari. Sedangkan untuk Acara besar, pelaksanaan adat dan lainnya. Makanan yang biasa dihidangkan adalah Kaledo, yaitu Sop Kuah yang terbuat dari Kaki Sapi dan Bahan dengan rasa yang sangat segar, Selain Kalendo masih banyak makanan khas kaili yang sering dihidangkan pada acara besar seperi Gore – Gore, Kalia, Nasu Rampa, Saronde, dan Lain sebagainya. Mungkin saya harus membuat satu artikel lagi yang khusus mengupas tentang makanan khas suku kaili. Hahaha

Berbicara soal tempat, Anda bisa mendapatkan makanan – makanan ini di Rumah Makan Heni Putri Kaili dan didaerah Palu Barat, tepatnya di Rumah Makan Kaili di jalan Tembang, dan Rumah Makan Kaledo Stereo.



Objek Pariwisata Prasejarah

Tangan makin pegel ngetik tapi harus diselesaikan untuk yang baca artikel ini.. haha apasih yang enggak buat anda semuanya. Wkwkwk

Sekarang kita masuk ke Objek Pariwisata Prasejarah. Bagi anda yang belum tau tentang Sulawesi Tengah dan suka banget sama sejarah, ada baiknya kamu mengunjugi Museum Sulawesi Tengah dan Sou Raja.

Museum Sulawesi Tengah adalah satu –satunya Museum yang ada di Kota Palu yang isi nya terdapat banyak peninggalan sejarah, Koleksi keramik dan Pakaian khas daerah dari berbagai Kabupaten di Sulawesi Tengah. Pertama kali masuk ke pintu gerbang Museum, anda akan disambut oleh Replika Patung Palindo dan Patung prasejarah lainnya yang dibuat oleh Nenek Moyang Orang Sulawesi Tengah sejak dahulu kala. Terlihat Seperti Patung yang ada di Pulau Paskah di Samudera Pasifik.

Terakhir kita punya Sou Raja, Souraja adalah Rumah adat Raja Palu Zaman dulu yang masih tegak berdiri sampai sekarang dan terus dilestarikan oleh Cucu – cucu Raja Palu. Jika anda masuk kedalam Sou Raja, terdapat beberapa peninggalan Raja dan Putri yang menguasai Kota pPalu pada zaman dahulu dan beberapa bukti peninggalan sejarah lainnya seperti pakaian, perabotan dan foto.

Objek Pariwisata Alam

Objek Pariwisata selanjutnya adalah objek Pariwisata Alam untuk yang suka mendaki Gunung dan kegiatan wisata yang berhubungan dengan alam. Kota Palu dihimpit oleh dua Pegunungan yaitu pegunungan Masomba dan Pegunungan Gawalise. Jadi sangat cocok untuk anda yang berjiwa petualang untuk berlibur kesini. Jika yang ingin merasakan sensasi yang sedikit lebih berbeda, Anda bisa mencoba Paralayang yang berada di Kabupaten Sigi, Tepatnya didaerah Matantimali. Jaraknya sekitar 2 Jam dari Kota Palu.

Objek Pariwisata Religi

Sulawesi Tengah Pada Zaman dahulu pernah dijadikan sebagai pusat pengembangan Islam di Indonesia Timur yang dilaksanakan oleh Ulama Besar yang datang dari Yaman Selatan bernama Habib Idrus Bin Salim Aljufrie atau yang biasa kita kenal dengan Sis Aljufrie atau Guru Tua.

Guru Tua Mendirikan Organisasi Alkhairat yang menjadi Organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur dan tersebar dibeberapa daerah seperti Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Timur. Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Papua.

Jika anda ingin datang berkunjung untuk sekedar berwisata Religi, anda bisa mengunjungi Kompleks Al Khairat didaerah Palu Barat sekaligus bisa melihat aktivitas Keorganisasian Al Khairat yang berpusat dikota Palu dan mengunjungi makam Guru Tua yang terletak dibelakang Masjid Al Khairat.

Selain Makam Guru Tua anda juga bisa mengunjungi Makam Ulama Penyebar Agama Islam Lainnya seperti Dato Karama ( Ulama yang menyebarkan Agama Islam dari Sumatera Barat ), serta Rumah Ibadah yang terkenal di Palu seperti Majid Agung, Masjid Terapung, Gereja Bala Keselamatan Palu, Gereja Pniel Palu, Pura Agung Wana Kerta Jagadnatha ( Pura terbesar di Palu ), dan Vihara Karuna Dipa.

Objek Pariwisata Malam

Karena Suhu Palu yang sedikit lebih Panas dari Kota lainnya di Indonesia, mungkin beberapa dari Wisatawan yang lebih tertarik untuk berjalan – jalan dimalam hari. Nah, bagi anda yang suka dengan suasana Malam Kota Palu anda bisa datang ke Anjungan Pantai Talise, Lapangan vatulemo dan Pantai Talise sambil menikmati semilir ombak Pantai ditemani Saraba ( Minuman yang terbuat dari campuran susu, jahe dan gula merah ) dan Pisang Goreng, Pisang Gepe, Stik Kentang dan Stik pisang. Sangat Luar Biasa Mantap !!

Dan yang terakhir warkop atau cafe buat yang suka ngopi atau sekedar Nongkrong. Kamu bisa datang ke Warkop dan cafe yang tersebar dibeberapa tempat dikota palu. Anak muda dikota palu juga biasanya menjadikan cafe sebagai tempat untuk mengabadikan moment bersama teman-teman.


Demikian artikel tentang Pariwisata yang saya buat. Semoga bisa menambah wawasan anda tentang Kota Palu dan buat orang palu semoga bisa makin pinter juga mengetahui tentang daerahnya sendiri biar tidak bengong juga kalo ditanya sama teman – temannya dari kota lain.

2 comments: