This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Sunday, December 31, 2017

Nasib Buaya Berkalung Ban di Teluk Palu

Tahun 2016 masyarakat Palu di hebohkan oleh postingan Netizen mengenai penampakan Buaya berkalung ban motor di pesisir pantai dan tepi sungai yang ada di kota Palu.  Buaya ini terlihat pertama kalinya oleh masyarakat sekitar pada 20 September 2016.

Setelah kemunculannya yang cukup menghebohkan Facebook pada tahun 2016, buaya itu kemudian menghilang namun akhirnya muncul kembali dengan ban yang masih membelit lehernya ditahun 2017.

Buaya Berkalung Ban ( Foto: Antara/Mohamad Hamzah )
















Kantor Berita Antara melansir, masyarakat melaporkan bahwa buaya itu kembali muncul di permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (30/10). Satwa liar yang dilindungi ini memiliki sekitar panjang 4 meter.

Kemunculan Buaya Berkalung Ban Motor tersebut sempat viral dikalangan masyarakat setempat dan Upaya untuk menghilangkan ban itu pun sudah bebrapa kali dilakukan oleh aktivis lingkungan, namun tak membuahkan hasil. Beberapa orang saksi sempat mengatakan bahwa Pemerintah di Daerah itu mendatangkan tim penanganan khusus Jakarta untuk datang dengan niat melepas ban dari buaya itu, namun setelah ditunggu-tunggu buaya tersebut tidak muncul, sehingga tim tersebut belum sempat melihat langsung dan melepaskan buaya dengan belitan ban di lehernya.

Terasa miris melihat masyarakat dan pemerintah harus sabar menunggu waktu yang tepat untuk menolong buaya berkalung ban motor yang seakan ingin menjelaskan kepada penduduk sekitar mengenai pembuangan sampah di Sungai Palu yang memberikan dampak yang kurang baik bagi mahluk hidup di sekitar sungai dan teluk palu.
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2015 hampir 68 persen atau mayoritas mutu air sungai di 33 provinsi di Indonesia dalam status tercemar berat. Sumber utama pencemar air sungai di Indonesia sebagian besar berasal dari limbah domestik atau rumah tangga.

Jadi, kesimpulan dari permasalahan ini bukan hanya mencari orang-orang dengan keahlian seperti Steve Irwin untuk membantu buaya melepaskan ban motor dari lehernya, tetapi koorporasi antara pemerintah, komunitas lingkungan dan masyarakat untuk mengkampanyekan bahaya pencemaran sungai di Kota Palu dan mengupayakan kasus buaya berkalung ban ini tidak terjadi lagi.

No comments:

Post a Comment