This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Sunday, December 31, 2017

Waspada Gangguan Tenggorokan yang Ternyata Berujung Difteri


Salah satu cara yang paling mudah mendtetiksi munculnya difteri dengan cepat adalah ketika pasian mengalami demam disertai rasa sakit dan terasa tidak nyaman di bagian tenggorokan.

 Tahukah Anda, hal demikian salah satu pertanda munculnya difteri yang harus anda waspadai. 

Jika terdapat gangguan tenggorokan serta suara serak yang tidak biasa, sebaiknya anda harus mewaspadai gejala difteri. Ciri-ciri seperti ini sebaiknya diperhatikan dengan segera.

Ilustrasi (Foto: Onehowto)

Segeralah melakukan konsultasi dengan dokter, penyakit difteri mudah diobati. Kalau tidak, Anda mudah mengalami komplikasi yang berujung pada kematian.

Dokter Spesialis Anak dr Nina Dwi Putri SpA(K) mengatakan, bila pasien, terutama anak-anak mengeluh sakit tenggorokan dan demam, sebaiknya bergegas untuk deteksi difteri agar penyakit lebih mudah di diagnose dan ditangani. 

"Jika terjadi gangguan pada tenggorokan disertai suara serak dan gangguan menelan, segera ke dokter, apalagi disertai demam tidak tinggi," Lanjut Dokter Nina.

Dokter juga Nina menambahkan, jika ada gejala seperti itu segera melihat ke cermin. Apakah di tenggorokan terdapat selaput putih keabu-abuan yang sangat mengganggu. Kalau memang tampak, segera periksa rumah sakit. 

Selanjutnya, kalau ada pembengkakan di leher, maka berhati-hatilah karena bisa jadi positif gejala difteri. Selaput tersebut lengket sulit dilepaskan, jadi berbahaya. 

Kalau berlanjut bisa menghambat sitem pernapasan atau tidur mendengkur. Jika pasien ketahuan positif mengidap penyakit ini maka bisa segera diberi pengobatan sesuai tata laksananya. 

"Pasien diberikan obat anti difteri serum untuk mengikat racun. Lalu pemberian antibiotik dan memonitor apakah terdapat komplikasi. Setelahnya, dilengkapi vaksinasi," ujarnya. 

Perlu diingat bahwa penyakit difteri tidak sama seperti Mers COV, SARS atau ebola. Karena penularan difteri hanya melalui percikan air liur saja. 

"Difteri bentuk kuman besar tidak bisa menyebar merata lewat udara. Tapi akan menular jika kontak dekat paling tidak 1,5 meter. Misalny pada saat pasien batuk atau bersin, pasti orang di sekitar mudah tertular," tutup Dokter Nina.

sumber : Okezone

No comments:

Post a Comment