This blog contains all of the things that I like to share including music, culture, experiences and my articles

Search This Blog

Friday, June 26, 2020

Go Tik Swan, Tokoh Tionghoa Pencipta Batik Indonesia

Sosok ini dikenal lebih Jawa dari orang Jawa sendiri. Kepeduliannya terasa di berbagai hal, salah satunya yaitu beliau merupakan pencipta "Batik Indonesia" pada tahun 1955. Anak angkat Go Tik Swan, Hardjosuwarno menceritakan bahwa beliau pernah didaftarkan orangtuanya untuk berkuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Tetapi, setelah tiga bulan kuliah ia malah keluar dan pindah ke Sastra Jawa.

Go Tik Swan mulai berkenalan dengan Bung Karno pada waktu Dies Natalis Universitas Indonesia, ia mengadakan misi kesenian di Istana Negara dengan membawakan tarian Jawa di hadapan presiden. Bung Karno langsung memanggilnya, mengajaknya bersalaman, serta mengundangnya untuk datang ke Istana Negara. Inilah yang awal perkenalannya dengan Bung Karno yang kemudian menjadikannya sebagai staf ahli kebudayaan.

Go Tik Swan

Go Tik Swan menciptakan Batik Indonesia atas permintaan Presiden RI Soekarno. Setelah Bung Karno mendengar kabar jika Go Tik Swan berasal dari keluarga pembatik. Profesi orangtua Go Tik Swan saat itu memang seorang pengusaha batik di Solo yang memiliki ribuan pekerja. Keluarganya tak hanya dihormati oleh pekerja, tapi juga masyarakat sekitar. Presiden pertama Republik Indonesia ini pun memintanya membuat batik yang bisa diberi nama batik Indonesia dengan harapan menyatukan seluruh rakyat. Indonesia, saat itu masih muda dan memerlukan identitas kebangsaan dan Permintaan Bung Karno diselesaikannya dengan baik, Bung Karno pada saat itu sangat puas dengan karya Go Tik Swan. Batik Indonesia, adalah paduan elemen motif batik pedalaman dengan tata warna pesisiran yang cerah dan berani.

Tokoh batik Indonesia, Iwan Tirta mengatakan "Tanpa langkah-langkah berani yang di ambil oleh Go Tik Swan, barangkali Batik Jawa tidak akan pernah berkembang menjadi yang kini dikenal Batik Indonesia". Atas jasa-jasanya, Go mendapatkan gelar Panembahan Hardjonagoro dari Keraton Surakarta. Sehingga, tak berlebihan jika kejawaan Go Tik Swan melampaui orang jawa sendiri.

Sumber :
1.Sutan Abdulkamit Herucakra Kalifah Rasulullah Dibawa 1787-1855, Museum Radya Pustaka Surakarta.
2. Tionghoa Dalam Keindonesiaan, 3 Jilid, Yayasan Nabil. Koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.
3. Ariska Puspita Anggraini, Kompas.com
4. Azmi Abubakar, https://twitter.com/Azmiabubakar12 

Sumber Gambar
- https://www.dewimagazine.com/img/images/Go%20Tik%20Swan.jpg

No comments:

Post a Comment